Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011


Ada seorang suami yg benci banget kucing istrinya.
Suatu hari waktu istrinya ke pasar si kucing dimasukkan ke mobil dan dibawa sejauh 10 km lalu dibuang.

Sang suami pulang dengan hati senang. Begitu sampai dirumah ternyata si kucing sudah pulang duluan dan lagi asik nangkring diatas pagar.
Dengan marahnya si kucing dimasukkan kembali ke mobil. Setelah kira2 20 km dibawa keliling2 kucing itu dibuang ke jalan dan si suami pulang dengan hati lega.

Eeeeh,begitu sampai dirumah si kucing ternyata sudah duluan pulang dan sedang tidur2an di ruang tamu.
Kali ini sang suami benar2 habis kesabarannya.Si kucing dimasukan lagi ke dalam mobil lalu di bawa keluar masuk tol, keluar masuk gang kecil,belok kanan kiri,belok kiri kanan,masuk tol lagi,masuk gang lagi dan akhirnya dibuang kejalan.....

3 jam kemudian si suami nelpon istrinya.....

Suami : yang loe dimana? Dirumah? kucing loe ada dirumah gak?

Istri : ada tuh lagi di teras.
Suami :cepet telponnya kasih ke dia !! Gua nyasar nih. . . ! ! !

Bang Tigor mempunyai anak namanya Sule. Suatu waktu bang Tigor menyruh anaknya untuk beli CocaCola di warung mak Erot:

Tigor : 'Sule, belikan CocaCola di warung depan, 1 buat bapak, 1 buat mama, 1 buat kakak dan 1 buat kamu nak. Semuanya ada berapa Sule ?'

Sule : '3 bapak'

Tigor : 'Plak..!!!' (sambil menampar sule) 'bodoh sekali kau. Coba hitung ulang brapa CocaCola yg mau dibeli ? 1 buat bapak, 1 buat mama, 1 buat kakak dan 1 buat kamu nak'

Sule : (sambil menahan sakit) 'Semuanya 3 bapak..!!!'

Tigor : 'Plak..plak..!!!' 'Guooblok sekali kau, percuma bapak bayar mahal-mahal sekolah kau klo gitu saja kau tidak bs hitung..!!! Coba kau dengar baek-baek, 1 buat bapak, 1 buat mama, 1 buat kakak dan 1 buat kamu nak. Ada brapa semua itu ???'

Sule : (sambil menangis menahan sakitnya, Sule pun teriak dengan keras) 'Semuanya 3 bapak, Sule mau Fanta !!!'

Tigor : ?????? Bah.. Aku yang goblok klo gitu, INI PUKUL AKU NAAK!!

Di senayan ada konser COKELAT, ANANG sama GIGI. Tp katanya si ANANG ngambek gak mau manggung! Panitia jd Resah kenapa Anang jd Plin Plan n Belagu. Slidik punya selidik... Ga taunya Anang ngambek krn di spanduk tertulis :


'SAKSIKAN...!! GIGI ANANG COKELAT''

Selasa, 14 Desember 2010


Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.

Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, ”Di mana sebenarnya pusat bumi ini?”

Nasrudin menjawab, ”Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.”
”Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?” tanya orang bijak pertama tadi.
”Kalau tidak percaya,” jawab Nasrudin, ”Ukur saja sendiri.”
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. ”Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?”

Nasrudin menjawab, ”Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”

”Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?”
Nasrudin menjawab, ”Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya.”
”Itu sih bicara goblok-goblokan,” tanya orang bijak kedua, ”Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai.”
Nasrudin pun menjawab, ”Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?”

Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, ”Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu.” ”Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasrudin, ”Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara.”
”Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?” tanyanya lagi. ”Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru.”

Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

(dari buku humor sufi II terbitan Pustaka Firdaus)

Minggu, 12 Desember 2010


Alkisah di suatu daerah telah dilangsungkan pernikahan agung antara seorang sesepuh yang duda dengan seorang gadis pingitan yang salehah dan baru menginjak usia 16 tahun , dari sinilah kisah Pembunuhan Dimalam Pengantin itu dimulai.

Sang pria yang sudah berumur diatas 60 th itu memang cukup terpandang di desanya, selain baik dan kaya juga dermawan, dia juga dianggap orang yang tahu soal agama, tak heran suka diminta untuk memimpin doa manakala ada suatu acara.

Keluarganya merasa bangga dan beruntung punya mantu orang terpandang ini termasuk sang gadis dia tak memperdulikan soal perbedaan usia ,

Singkat cerita.. pada malam pertama perkawinan itu sebelum tidur sang suami membelai rabut istrinya dengan penuh kasih sayang sambil memberi wejangan, salah satunya tentang sikap seorang istri yang baik menurut ajaran agama.

“ Sayang… hubungan suami istri itu termasuk ibadah kalau didasari dengan niat yang baik dan dilakukan dengan penuh keikhlasan “ kata sang suami . Dipanggil dengan sebutan sayang tentu sang istri yang belum genap 24 jam ini merasa ber bunga-bunga dan semakin bangga pada suaminya . Dalam hatinya dia berjanji untuk menjadi seorang istri yang baik dan melayani suaminya dengan sepenuh hati dan keikhlasan..

“ Kalau seorang istri mengajak suaminya untuk berhubungan badan , itu pahalanya sangat besar sekali, sama dengan Berperang dan membunuh 40 orang kafir “. Kata sang suami meneruskan wejangannya.

“ Oooh gitu ya pak.. tapi… kalau istri yang ngajak kan malu… “ kata sang Istri

“ Itulah masalahnya, kadang sebagai manusia , kita lebih mementingkan rasa malu dari pada pahala… dan itulah usaha setan untuk mempengaruhinya, padahal itu salah satu sumber pahala bagi kaum wanita “ Jawab suami.

“ Ooh.. ya ampun semoga tuhan mengampuniku .. kalau gitu … ayo suamiku kita berperang dan membunuh 40 kafir “ kata sang istri malu-malu. Lalu sang suami menjawab dengan penuh gairah “ Dengan senang hati istriku “ .

Malam kedua & ketiga sudah tak merasa malu dan kaku lagi setiap jelang tidur sang istri selalu bilang : “ Pak Ayo kita bunuh 40 kafir lagi “ , dan selalu dijawab “ Dengan senang hati istriku “ .

Pada malam ke empat seperti biasa sang istri telah menyemprotkan wewangian di kamar tidurnya dan bersiap-siap untuk mencari pahala seperti malam-malam sebelumnya, dengan penuh gairah dia juga berkata : “ Pak ayo kita bunuh 40 kafir lagi “.

“ Waduh istriku… sayangku… kafirnya Cuma ada 120 orang dan telah habis kita bunuh pada 3 malam yang lalu… nanti saja malam besok atau lusa.. semoga kafirnya pada hidup lagi ya.. “ jawab sang suami.

“ Ooh.. sayang sekali ya .. coba ada seribu kafir .. kan tiap malam bisa dapat pahala “ jawab sang istri.

Lalu … merekapun tertidur lelap sekali setelah sebelumnya sang istri berdoa agar nanti ada kafir2 yang akan dibunuh lagi.

** Cerita Pembunuhan Dimalam Pengantin ini hanya rekaan belaka , untuk sekedar refreshing aja **


Tips Naik Onta ini berawal ketika Pardi seorang supir yang TKI di Saudi Arabia dan temannya tiba disebuah tempat rekreasi yang cukup ramai, dia melihat banyak yang jalan2 dengan naik onta sambil berpoto ria.. duh keren sekali kalau di poto sambil naik Onta.. nanti bisa saya perlihatkan kepada orang2 di kampung pikirnya.. maka diapun menyewa seekor Onta yang tinggi dan besar.

Sebelum naik Onta tersebut sang pemilik memberikan Tips Naik Onta tersebut agar patuh kepada penunggangnya.. dan akan menganggap penunggangnya adala
h majikannya.

Katanya :

1.Onta ini namanya Slamat , bila ingin lari kencang dan lurus , panggil saja namanya sambil mengelus dada kita (Sang pemilik mencontohkannya menyebut nama Slamat sambil mengelus
dadanya. )
2.Bila ingin berhenti seolah2 kita nginjak rem pada mobil kita, tinggal bilang “ Stoop ya.. Akhii… “ sambil nepuk punggungnya. Itu saja… gak sulit kok.. katanya meyakinkan.

Merasa sudah tahu tipsnya, Pardi menyewa Slamat untuk di naikinya.. ketika sudah berada di atas Onta, dia panggil “ Slamat “ dengan lembut sambil mengelus dadanya , kontan Onta Slamat itu loncat terus lari kencang sekali dan lurus gak mau belok2, pokoknya hampir diatas 70 Km/jam.. dia merasa enjoy karena dah tahu cara mengendalikannya, disamping itu sudah terbiasa karena bawa mobil pun biasanya diatas 100 Km/jam. Kadang dia memejamkan matanya sambil merasakan desiran angin padang pasir di punggung onta tersebut .

Ketika dia membuka matanya dan Onta tersebut masih lari kencang dan lurus , ternyata 1 meter didepannya ada jurang yang dalam sekali.. dan dibawahnya penuh dengan bebatuan yang runcing… dia teringat .. lalu berteriak.. “ Stoooop yaa Akhiii…” sambil menepuk punggungnya .. Sreet.. Onta berhenti tiba2 seperti di rem mendadak tepat 1 meter sebelum jurang itu…, Waduh kalau jatuh ke sana matilah aku dalam hatinya, Pardi pun mengucap syukur karena tak jatuh ke dalam jurang, dia berucap “ Alhamdulillah Slamat … Slamat… “ sambil mengelus dadanya karena tak jatuh ke jurang.. , mendengar namanya dipanggil Slamat , sang Onta kaget , dia loncat untuk melesat lari , lari.. dan bruss.. akhirnya masuk jurang…

Selasa, 22 Juni 2010

Seorang mahasiswi seksi yang terancam gagal ujian mendatangi kantor dosennya yang masih muda. Dia melirik ke sekililingnya sebentar, menutup pintunya, dan langsung berlutut di hadapan sang dosen sambil memohon.
“Pak Dosen, Saya bersedia melakukan apapun juga agar lulus ujian….”, ujarnya sambil melirik genit.
Lalu sang mahasiswi mendekat ke arah dosennya, menyibakkab rambutnya, menatap matanya penuh arti. “Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya…” bisiknya, “Saya bersedia melakukan apapun, apa saja yang Bapak mau…”
Dosen muda tadi membalas tatapannya, “Apapun?”
“Apapun!”, jawab sang mahasiswi secepatnya.
Suara dosen itu melembut, “Apapun?”
“Apapun….”
Akhirnya Pak dosen berbisik, “Maukah kamu……… belajar?”